Tampilkan postingan dengan label prolog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label prolog. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Oktober 2012

48 HOURS


PROLOG



Akhir-akhir ini, cuaca di LA cukup cerah dan menyenangkan, meskipun demikian tidak ada penurunan jumlah pasien yg berbeda jauh saat ini. Seperti biasa sekretarisku selalu memprotes tentang betapa penting pekerjaannya namun di saat yang sama ia merasa tidak dihargai. Ia merasa mendapat sangat sedikit istirahat saat harus mengangkat telpon, mengurus pasien yg mengacuhkan, atau melakukan hal-hal di luar batasan-batasan.

Aku adalah seorang psikiater berusia 42 tahun, masih single dan telah memegang lisensi praktik di Amerika selama lebih dari 10 tahun. Pada intinya aku tidak memiliki banyak ketidakpuasan maupun harapan dalam hidupku.

Sejak hari-hari sekolahku, LA tidak pernah begitu damai sebelumnya, namun itu bukan alasanku untuk memilih jurusan psikologi. Bagaimanapun ketika memilih pendidikan S3ku, aku tak bisa menghindar dari ketertarikanku. Aku mengakui bahwa pilihanku mengambil jurusan psikologi kriminal ini sangat berhubungan dengan ketertarikanku yang tinggi tentang hubungan psikologi pada kasus suami-istri. Aku mengerti bahawa hidup tidaklah mudah, 4 tahun yang lalu seorang ayah yang autis berumur 40 tahun menjadi tersangka atas pembunuhan anaknya--yang dibungkus dengan plastik dan dimasukkan dalam peti diletakkan 2 km dari rumahnya. Istrinya yg berkebangsaan Thailand, tidak bisa berbahasa Inggris, keadaan psikologinya menjadi tertekan setelah kejadian tersebut. Aku ingat itu sebagai suatu hal yang tidak terlalu menyenangkan saat natal, mengintrogasi seseorang di dalam sebuah ruangan kontrol di kantor pusat. Pria tersebut duduk bersebrangan denganku, tiba-tiba meneteskan dua tetes setetes air mata yang kemudian dapat memenuhi segelas cangkir kopi.