안녕 내게 다가와
수줍은 향기를 안겨 주던 너
희미한 꿈 속에서
눈이 부시도록 반짝였어
설레임에 나도 모르게
한발 두발 네게 다가가
너의 곁에 남아
너의 미소에 내 마음이 녹아내려
눈이 마주쳤을 땐
두근거려
oh 너의 가슴에 내 미소를 기억해줘
하루에도 몇번씩
생각해줘
oh 너에게 하고 싶은 그 말
you`re beautiful
고마워 날 만나서
한결 같았던 니 모습이 보여
나를 기다려 왔던
너의 짙은 향기 깊은 울림
알 수 없는 강한 이끌림
너를 향한 나의 두 날개
펼쳐주고 싶어
너의 미소에 내 마음이 녹아내려
눈이 마주쳤을 땐
두근거려
oh 너의 봄날에 내 노래를 들려줄게
하루에도 몇번씩 생각해줘
oh 이렇게 너를 생각해
you`re beautiful
나를 반겨줘
뚜뚜뚜루루루 설레여
구름 위를 걷는 듯
거짓말 같이 난 네게 다가가 한발 더
다시 찾아온 너와 나의 계절에
기억할 수 있겠니
뚜루루루루뚜뚜
oh yeh all right
너를 만난 걸 행운이라 생각해
우리 다시 만나면
말해 줄래
fly to you
내 곁에 있어줘
you`re beautiful
Tampilkan postingan dengan label Baekhyun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baekhyun. Tampilkan semua postingan
Rabu, 22 April 2015
Sabtu, 28 Maret 2015
Selasa, 01 Juli 2014
Senin, 09 Juni 2014
Sabtu, 31 Mei 2014
Senin, 24 Februari 2014
[PROJECT] BAEKHYUN BIRTHDAY WITH B'SPECTRA "B it BORN"
Hello everyone,this is B’SPECTRA.
our SUPER STAR B will have the 23rd year to be under the sun after coming to this world.
It is 2nd project for B it BORN day.
To celebrate it, B’SPECTRA will hold a event with fans.
Like Baekhyun’s happy smile, we hope this day to become a shining day. Let’s make efforts together!
Senin, 21 Januari 2013
48 HOURS - FINAL PARSE
Final Parse (Perpektif
Pengarang)
Hampir 60.000 kata, 48 hours,
setiap orang punya cerita Hamlet sendiri di dalam hati mereka, seperti apa
milikmu?
Ya, semua yang telah kau baca
itu benar, tak ada ilusi, tak ada malfungsi mental, tak ada ketidaksesuaian yang
disengaja. Pesta kejutan itu benar, kedua orang yang dipaksa untuk bersembunyi
juga benar, mengenai apakah mereka masih hidup, atau apakah trampolinnya telah
sengaja ditempatkan di tempat yang salah, tanyakan pada almarhum Mr. Zheng.
Dalam sudut pandang sang
dalang, ini adalah akhir yang sempurna, secara sukses menggunakan pesta untuk
kabur dari hukum, keadlian, dan untuk membuat seseorang mengambil alih
hukumannya, tambahan kepada fakta bahwa seluruh 12 member telah ditangkap.
Bidang tertinggi dari
pembunuhan adalah membunuh dengan mempunyai kambing hitam atau membunuh yang
hidup dengan orang mati; intinya, orang pertama yang mati tak akan mempunyai
cara untuk mengekspos rahasia apapun.
Tepat pada awal menjatuhkan
domino adalah pesta yang hangat dan manis, namun dengan perubahan tujuan yang
tiba-tiba di pertengahan, dan tanpa pengungkitan antar member, hasil akhirnya mungkin
tidak akan jadi sejauh ini.
Tapi tunggu, jangan lupa,
hanya kau dan aku yang akan tahu informasi ini; di dalam cerita, Kris telah
dibiarkan dalam kegelapan samma sekali; ia akan tetap seperti itu selama ia
hidup, selalu berpikir bahwa itu semua hanya lelucon.
Jumat, 21 Desember 2012
Selasa, 18 Desember 2012
[HQ SCAN] EXO 2013 CALENDARS
click picture to see the original size.
credits are captioned.
DESK CALENDARS
GLOBAL VERSION : IT'S SHOW TIME!

credits are captioned.
DESK CALENDARS
GLOBAL VERSION : IT'S SHOW TIME!

![]() |
| credit: Body n Soul |
![]() |
| credit: Body n Soul |
![]() |
| credit: http://weibo.com/clovergj |
Selasa, 04 Desember 2012
48 HOURS - EPILOG
Kris POV:
Hari itu,
kami ada di backstage setelah menyelesaikan konser kami di Tokyo. Yixing
membungkuk kepada seluruh staff, tak peduli mereka saling kenal atau tidak;
Chanyeol sedang tertawa dengan suaranya yang serak dan keras, mengambil
confetti emas dari rambutnya ke rambutku, Luhan dan Sehun sudah mulai saja
mendiskusikan tentang sebuah game terbaru; Jongin memberi Baekhyun sebuah box
segitiga yang dibungkus rapi, orang yang diberi memeluk Jongin, tersenyum dan
meloncat-loncat setelah membuka box tersebut, memegang sebuah eyeliner.
“Leader, aku sedikit terpeleset ketika aku
menampilkan martial art, mereka tak bisa menyadarinya kan?” ucap Tao khawatir.
“Mereka tak
bisa menyadarinya, jangan khawatir.” Luhan memotong pembicaraan, tidak
memedulikan gamenya. “Tadi ada begitu banyak orang, begitu rusuh, tidak ada
seorangpun yang telah melihatmu”
“Aku sangat
tinggi dan dapat dikenali oke.” Tao menunjuk hidungnya sendiri.
“Baik, kau
yang paling tinggi” Yixing datang menepuk bahunya, kemudian menarik lenganku
dan berbisik ke telingaku, “Aku baru saja melihat Boss dan dia tidak
menyletingkan celananya dengan baik.”
Baekhyun
melompat ke Chanyeol, Chanyeol meraihnya dari belakang, Jongin berjongkok dan menangkap
Baekhyun di lututnya, berjalan berkeliling memegangi Baekhyun sedangkan orang
yang dipegang protes berisik sekali. Chanyeol mengikuti mereka dan memukuli
pantat Baekhyun dan tertawa dengan sangat senang.
Di bawah
lampu backstage, wajah bermake-up semua orang sedikit memerah, sedikit
berkeringat. Namun, aku dapat memberitahu bahwa semua orang sangat bahagia;
mungkin hanya seperti yang kupikir, hari itu mereka juga berpikir, kami telah
menjadi begitu populer. Aku berbalik untuk melihat panggung megah di bawah
lampu, dihiasi dengan confetti emas melayang di langit dengan hujan rintik-rintik, aku membayangkan
bahwa ini dapat dihitung sebagai akhir dari hidup.
“Ayo ambil
foto bersama” saran Suho.
“Ayo!” selalu Chanyeol lah orang yang akan
menimpali pertama, ia menarik Baekhyun, Jongin dan Kyungsoo untuk berdiri di
pinggir panggung, Luhan juga menyeret Sehun yang masih memainkan game untuk
ikut serta, Tao berlari untuk memanggil Jongdae dan Xiumin. Aku perlahan berjalan
menghampiri sembari menyandarkan
lenganku di bahu Yixing.
Aku pikir itu
adalah jalan yang takkan pernah berakhir, tapi aku menjadi sendirian dengan
kurang hati-hati. Tempat di samping bahuku kosong, orang, orang-orang tersebut,
yang telah berjalan bersama denganmu, kau tak akan pernah tahu kapan mereka
akan pergi dari kehidupanmu.
Jangan pernah
menyangkal, momen terbaik di dalam hidupmu yang sedang kau alami.
Kau hanya
tidak tahu apa itu.
---- Tamat.
Do not reupload, do not repost, respect
copyrights, and use proper credits if linking this post
Don't forget to leave
some comments ^^
Senin, 26 November 2012
48 HOURS - CHAPTER 17
Kris POV
Aku tidak tidur hingga
matahari terbit keesokan harinya. Aku benci insomnia seperti aku benci tidak jadi
mabuk meskipun telah meneguk bergelas-gelas alkohol.
Aku melihat Yixing dari bawah kelopak
mataku yang berat. Aku mengakui bahwa aku dilahirkan sebagai seorang yang
pesimis, seperti bagaimana seorang Park Chanyeol yang dilahirkan sebagai
seorang optimis.
Semenjak hanya ada dua orang tersisa
di tim kita, sangat jelas bahwa kita tidak punya banyak kesempatan untuk
menang. Aku masih mengingat bahwa ada satu peraturan yang misterius diantara sepuluh
peraturannya, yang menyatakan bahwa dua orang terakhir yang selamat harus
berada dalam tim yang sama. Ini berarti jika satu dari kita mati, satu orang
lagi pasti akan terdorong ke jalan buntu. Kita bukan orang yang sangat cerdas,
aku tersenyum, tapi dia lebih buruk; tidak ada jejak kekejaman dalam dirinya.
Ia membuka matanya dengan
setengah mengantuk, ia menatapku “Kapan kamu bangun ?”
“Barusan.” Kataku
“Apakah karena aku mendapat
mimpi buruk ?” ia berpikir keras, kosong.
“Tidak” Kataku, “ Kita mungkin
akan segera mati, jadi kita harus merayakannya dengan beberapa anggur.”
“Begitukah?” Dia tersenyum
enteng sambil berdiri, “tapi biasanya aku makan yoghurt jika aku merayakan sesuatu.”
Aku melihatnya aneh, menyeringai, “Jadilah
orang dewasa”
Dia melihatku dan menendangku
sekali.
Sore ini hujan mengalir;
permainan akan selesai dalam waktu 12 jam. Aku tidak yakin jika aku akan dapat
hidup untuk melihat hujan menetes lagi.
Minggu, 25 November 2012
48 HOURS - CHAPTER 16
Aku berpikir, nasibku dan
hubungannya dengan kasus ini, bersamaan dengan laki-laki berambut emas yang
pendiam, telah berakhir. Berjalan di sepanjang koridor kantor, aku mengetuk
dokumen file secara ringan di dinding samping; Ini sudah berakhir, tapi aku
masih merasa bahwa ini belum berakhir.
Tapi, begitulah kehidupan.
Kadang-kadang, takdir antara
semua orang benar-benar aneh. Sibuk dengan hal-hal lain dalam kesehariannya.
Terkadang, aku masih berpikir tentang anak laki-laki yang hanya bisa kutemui
beberapa kali di dalam perjalanan pulang dari pekerjaanku. Aku akan mengingat
bagaimana cara dia menuangkan secangkir teh, terkadang, kehangatannya akan
muncul dalam sekejap di dalam pikiran saya, dan potongan demi potongan memori
akan menumpuk secara terus menerus, menekan di dalam otak. Aku juga akan
mengingat bayangan tangannya pada saat menggigil selama masa persidangan.
Akupun menyadari bahwa ini
tidaklah normal, dan berpikir bahwa itu akan menjadi sangat penting bagiku untuk
menemukan secepatnya pasangan di Bar.
Sesampainya di rumah, aku
mulai melihat video masa lalu kelompoknya dan semua informasi. Tentu saja, ia
merupakan standar tipe seorang pemimpin; Ia berusaha melalui berbagai macam
jenis halangan untuk menjelaskan dan nama grupnya serta lagu di dalam album,
terkadang ia juga bisa mengomel layaknya seperti orang tua. Aku mengenali
dengan jelas wajah Luhan dan Yixing untuk pertama kalinya. Mereka sering bersama-sama,
baik satu dengan yang lainnya atau menyebabkan gangguan pada orang-orang di
sekitarnya dan Kris akan akan selalu mengawasi mereka dalam keadaan frustasi
dan kegembiraan.
Selasa, 20 November 2012
48 HOURS - CHAPTER 15
Persidangan sedang dalam tahap percobaan.
Dalam pandanganku, pengalaman ini di luar dari dugaanku yg sesungguhnya
dimana Lan sudah memberitahuku banyak hal yang menarik sebelumnya.
“Aku berharap untuk menyerahkan hasil evaluasi tes kejiwaan dari
terdakwa, Wu Yi Fan kepada hakim” Dia menyerahkan dokumen kepada salah satu
staff.
“Pikirannya dalam keadaan stabil, dia bisa memberikan tanda bahwa dia
dapat mempertanggung jawabkan kesaksiannya” diikuti ucapannya, dia menyerahkan
dokumen yang lain.
“Evaluasi tes kejiwaan dan kesaksiannya, kedua-duanya sah” Hakim
berbicara sedikit sesaat kemudian.
“Menurut keterangan saksi yang diberikan oleh pihak kepolisan, terdakwa
tidak hanya menyembunyikan beberapa kebenaran kepada kami, dia juga
menggelapkan kebenaran tanpa hak” Dia menggerakkan tubuhnya untuk meneruskan.
“Pada awalnya, vila tersebut tidak seperti tersembunyi dan tersegel
seperti kesaksiannya.” Dia menunjuk kepada kaca jendela di atas atap dapur.
“Menurut bab 3 baris ketujuh, tersangka menyatakan bahwa salah satu korban,
Park Chanyeol, pernah mencoba sekali menggunakan panci untuk menghancurkan
jendela tetapi tersangka menghentikannya dengan cepat karena dia takut akan ada
beberapa hukuman setelah mencoba menghancurkannya. Namun, pada kenyataannya,
kaca jendela tersebut sudah hancur.”
Aku terdiam saat melihat kaca jendela yang pecah sudah menyerupai
jendela lagi.
“Hal ini menyebabkan bahwa sisa dari kesaksiannya terlihat tidak logis
dan tidak sah. Karena pada kenyataannya atap jendela itu sudah hancur.” Lan
berbalik untuk menatap para juri. “Mereka harusnya menyadari bahwa semua
jendela di ruang dapur pada kenyataannya terbuat dari kaca biasa dan masuk akal
bahwa mereka bisa selamat.”
“Kedua, menurut bab 7 baris kedua belas dari kesaksiannya, tersangka
menyatakan bahwa pintu yang paling tinggi di ruang bawah tanah terkunci dan
menghalangi pelarian mereka. Padahal, yang sesungguhnya adalah, kunci pada
pintu tersebut terbuka, hanya saja selot pintunya terkunci.”
“Apakah ada sidik jari atau jejak dari mereka yang terlibat yang
ditemukan di pintu?” Hakim bertanya.
Kamis, 15 November 2012
Minggu, 04 November 2012
48 HOURS - CHAPTER 12
Baekhyun meringkuk di lantai kamar
mandi. Sebuah tali plastik tipis putih melilit lehernya dengan erat, salah satu tangannya masih menggenggam ke tubuh Tao, yang berdiri di
sampingnya, erat.
Baekhyun terbaring di lantai; napasnya berhenti.
Chanyeol berjongkok, menatap tali
plastik putih itu, dan
tampak seolah-olah ia mencoba untuk fokus pada pandangannya dan indera pendengarannya.
"Apa yang terjadi?" Jongin menatap Tao dingin. Tao, wajahnya pucat, menghindari
tatapannya; Luhan
bersandar ke dinding,
terdiam.
"Luhan ..." Chanyeol
mengambil tali plastik putih panjang itu, beralih menuju Luhan, "Apakah ini gulungan tali yang kau ambil dari
brankas?"
Melirik Chanyeol, Luhan ingin membantu
dia bangkit dari lantai, tetapi ia didorong menjauh,
"Kenapa kau tidak membicarakan dengan kami sebelumnya?!!" Teriak Chanyeol, sesenggukan dalam tangis.
Tangan yang terdorong pergi berayun di udara, Luhan menurunkan
matanya, dan menarik tangannya kembali.
"Apa ini?" Jongin berdiri, berjalan ragu menuju cermin . " Mandarin?" Dia menoleh
ke belakang perlahan-lahan, melihat ke arah kami berempat.
"Kau hanya membunuh kami yang member Korea dan bukan Cina ...
Apakah ini rahasia antara kalian orang-orang Cina!?" Dia melotot ke arah kami dengan tatapan
mengancam, mendorong sekuat tenaga ke dada Tao. Tao tidak membalasnya.
"Kau salah paham." Aku
menahan tangannya yang ia gunakan untuk mendorong Tao.
"Benar ... Bagaimana aku bisa
lupa?! Kau, dan
dia,”
Jongin menunjuk ke Yixing," Kalian berdua ada di sebelah ruangan ini, bagaimana mungkin kalian
berdua tiba ke sini lebih telat daripada kami?! "
"Aku mengatakan kepadanya untuk tidak mendekat." Tao menajamkan matanya ke arah Jongin secara provokatif.
Detik berikutnya, ingatan yang ku punya hanyalah Jongin dan Tao bergulat satu sama lain
dalam perkelahian.
Jongin yang meratap dan berteriak adalah
pemandangan yang jarang, "Tanpa izinku, bagaimana bisa kau membunuh
Baekhyun!"
48 HOURS - CHAPTER 11
Kris’ POV
Makan malam kami sangat sederhana; ini memang adalah
cara
melangsingkan diri dengan hasil yang sangat baik. Setelah makan sandwich dalam satu
menit, aku meneguk sebotol besar air.
"Aku seperti merasakan masakan Hunan." Yixing terjun kembali ke dalam khayalan megahnya.
"Tidak dapat memakan apa yang kau ingin makan
sebelum kau mati,
adalah salah satu hal yang paling
menyedihkan dalam hidup," kataku , "Bahkan tahanan yang menghadapi hukuman mati bisa mendapatkan makanan yang enak sebelum mereka
dieksekusi."
"Kalau saja aku tahu semua akan jadi begini, aku tidak akan
menguruskan badanku dulu." Ucapnya datar.
"Kalau saja aku tahu," Aku mencolek lesung pipinya, "Kau tidak akan
menjadi selebriti sekarang."
Dia menatapku, "Jika aku bisa mengulang waktu lagi, aku masih akan memilih untuk jadi seorang
selebriti." Dia tersenyum padaku, "Sudah bertahun-tahun, dan bukankah kau mengenalku
cukup baik?"
Berjalan kembali ke ruang tamu, tidak ada jiwa
yang dapat ditemukan, Yixing dan aku melihat kubus Rubiks di tangga dan brankas yang terbuka. Kami tidak tahu metode apa yang akan Luhan piilih untuk membunuh kami.
Kami tidak tahu di mana Baekhyun berada. Aku memeriksa gambaran Scorpio yang sangat indah itu, dan aku tidak pernah tahu sebenarnya ia punya kemampuan khusus seperti ini. Apa yang perlu kau ketahui adalah bahwa aku orang yang mengagumi orang dengan kemampuan estetika yang tinggi; mereka harus cermat memperhatikan segala sesuatu di sekitar mereka; ketika kau sudah melupakan sesuatu, dan dia masih
mampu mengingat.
Senin, 29 Oktober 2012
48 HOURS - CHAPTER 10
Frank’s POV
Kris tertidur di atas meja kantor, bahkan beberapa
gelas tehpun tidak mampu menahan rasa kantuknya, untuk seseorang seperti dia
yang tidak bisa tidur selama mungkin 3 hari, tidur merupakan hal yang
menguntungkan untuknya saat ini.
Sepertinya
percakapanku dengan dia
sudah mengurangi tekanan yang dialaminya dan sebagai dokter aku sangat senang.
Saat aku
berjalan keluar dari ruang kontrol dengan cangkir kosong, aku melihat
Mike melambai ke arahku terus menerus. Aku berjalan dengan senyum dan
meletakkan cangkir kosong di tangannya, "Apakah tidak nyaman untuk ditonton?"
"Kau
begitu menakjubkan!" Matanya bersinar, "Kau perlu tahu
bahwa aku belum
berada di rumah selama lebih dari 24 jam dan pacarku berpikir aku akan kawin
lari denganmu."
"Oh,
apakah itu benar?? Aku berkedip padanya, "Sepertinya pacarmu lebih tahu
bagaimana menghargai pesonaku."
"Simpan
kalimatmu." Dia menjawab acuh tak acuh. "Tapi memang benar bahwa Tuan
yang terselamatkan bisa terpikat dengan pesonamu."
"Tentu
saja. Ini adalah kewajibanku untuk membuat anak yang sedang marah kembali bahagia." Kataku dan sambil berjalan
menuju kamar mandi, "Jangan lupa untuk membawa dua cangkir teh ini, ini bukan akhir yang sederhana."
Mike
mengambil cangkir dengan malas, "Yah, aku seorang bartender.
Lanjutkan saja menyemangati anak kecil yang lucu dan emosional itu, kami akan bertanggung jawab untuk mengamatimu dari luar."
Saat aku baru keluar dari kamar
mandi, aku melihat Kris yang masih tertidur, rambut emasnya yang acak-acakan berada di atas meja.
"Pada data jelas yang masuk ke fileku, Bisakah kau tidak mengungkapkan
beberapa hal penting yang awalnya
hanya diketahui oleh orang dalam." kataku disamping David, kepalanya yang botak dan licin terkadang membuatku untuk tidak bisa menjadi serius
saat berbicara.
"Dengar,
Frank. Kematian akan
menjadi hal yang sangat menakutkan. Tanpa pelatihan yang baik, aku takut
hatimu tidak bisa menerimanya." katanya.
Kamis, 25 Oktober 2012
48 HOURS - CHAPTER 9
Di depan
mesin Dance Revolution, Sehun menyipitkan matanya dan berbalik, "Jangan
menyerah padaku." Katanya.
Dengan kepala menghadap ke depan, Luhan mengatakan,
"Itu mungkin bisa jadi alasan
yang bagus. Jika kau menang, tolong nanti beritahu orang-orang bahwa aku menyerah
padamu dan bukan karena aku bermain dengan buruk."
"Kau akan
menghadapi kematian. Bisakah kau jangan bercanda seperti anak kecil?"
Cemberut Sehun.
"Siapa
bilang aku akan mati," Luhan mencoba pemanasan,
"Meskipun aku hanya beberapa tahun lebih tua dari kau, bukan berarti aku
tidak lincah memainkan ini."
"Kau adalah
senior yang paling tidak tahu malu yang pernah kutemui." Sehun menggelengkan kepalanya.
"Dan kau, kau adalah si bungsu yang paling sombong yang pernah kutemui." Luhan tersenyum
sambil memberikan komentar.
"Apakah
kita bisa memulainya?" Luhan berpaling pada Sehun, "Sebaiknya kau
melakukan yang terbaik karena belum pernah ada yang menang
melawanku dalam
permainan ini."
Langganan:
Postingan (Atom)



















