Tampilkan postingan dengan label Baekhyun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baekhyun. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 April 2015

두근거려 (Beautiful) Hangul Lyrics

안녕 내게 다가와
수줍은 향기를 안겨 주던 너
희미한 꿈 속에서
눈이 부시도록 반짝였어
설레임에 나도 모르게
한발 두발 네게 다가가
너의 곁에 남아
너의 미소에 내 마음이 녹아내려
눈이 마주쳤을 땐
두근거려
oh 너의 가슴에 내 미소를 기억해줘
하루에도 몇번씩
생각해줘
oh 너에게 하고 싶은 그 말
you`re beautiful
고마워 날 만나서
한결 같았던 니 모습이 보여
나를 기다려 왔던
너의 짙은 향기 깊은 울림
알 수 없는 강한 이끌림
너를 향한 나의 두 날개
펼쳐주고 싶어
너의 미소에 내 마음이 녹아내려
눈이 마주쳤을 땐
두근거려
oh 너의 봄날에 내 노래를 들려줄게
하루에도 몇번씩 생각해줘
oh 이렇게 너를 생각해
you`re beautiful
나를 반겨줘
뚜뚜뚜루루루 설레여
구름 위를 걷는 듯
거짓말 같이 난 네게 다가가 한발 더
다시 찾아온 너와 나의 계절에
기억할 수 있겠니
뚜루루루루뚜뚜
oh yeh all right
너를 만난 걸 행운이라 생각해
우리 다시 만나면
말해 줄래
fly to you
내 곁에 있어줘
you`re beautiful

EXO NEXT DOOR OST


Released : April 22, 2015

Track List :

두근거려 (Beautiful)
Sweet Dream

Senin, 24 Februari 2014

[PROJECT] BAEKHYUN BIRTHDAY WITH B'SPECTRA "B it BORN"

Hello everyone,this is B’SPECTRA.
our SUPER STAR B will have the 23rd year to be under the sun after coming to this world.
It is 2nd project for B it BORN day.
To celebrate it, B’SPECTRA will hold a event with fans.
Like Baekhyun’s happy smile, we hope this day to become a shining day. Let’s make efforts together!

Senin, 21 Januari 2013

48 HOURS - FINAL PARSE



Final Parse (Perpektif Pengarang)
Hampir 60.000 kata, 48 hours, setiap orang punya cerita Hamlet sendiri di dalam hati mereka, seperti apa milikmu?

Ya, semua yang telah kau baca itu benar, tak ada ilusi, tak ada malfungsi mental, tak ada ketidaksesuaian yang disengaja. Pesta kejutan itu benar, kedua orang yang dipaksa untuk bersembunyi juga benar, mengenai apakah mereka masih hidup, atau apakah trampolinnya telah sengaja ditempatkan di tempat yang salah, tanyakan pada almarhum Mr. Zheng.

Dalam sudut pandang sang dalang, ini adalah akhir yang sempurna, secara sukses menggunakan pesta untuk kabur dari hukum, keadlian, dan untuk membuat seseorang mengambil alih hukumannya, tambahan kepada fakta bahwa seluruh 12 member telah ditangkap.

Bidang tertinggi dari pembunuhan adalah membunuh dengan mempunyai kambing hitam atau membunuh yang hidup dengan orang mati; intinya, orang pertama yang mati tak akan mempunyai cara untuk mengekspos rahasia apapun.

Tepat pada awal menjatuhkan domino adalah pesta yang hangat dan manis, namun dengan perubahan tujuan yang tiba-tiba di pertengahan, dan tanpa pengungkitan antar member, hasil akhirnya mungkin tidak akan jadi sejauh ini.
Tapi tunggu, jangan lupa, hanya kau dan aku yang akan tahu informasi ini; di dalam cerita, Kris telah dibiarkan dalam kegelapan samma sekali; ia akan tetap seperti itu selama ia hidup, selalu berpikir bahwa itu semua hanya lelucon.

Selasa, 18 Desember 2012

[HQ SCAN] EXO 2013 CALENDARS

click picture to see the original size.
credits are captioned.

DESK CALENDARS

GLOBAL VERSION : IT'S SHOW TIME!





credit: Body n Soul
credit: Body n Soul

credit: http://weibo.com/clovergj

Selasa, 04 Desember 2012

48 HOURS - EPILOG



Kris POV:

Hari itu, kami ada di backstage setelah menyelesaikan konser kami di Tokyo. Yixing membungkuk kepada seluruh staff, tak peduli mereka saling kenal atau tidak; Chanyeol sedang tertawa dengan suaranya yang serak dan keras, mengambil confetti emas dari rambutnya ke rambutku, Luhan dan Sehun sudah mulai saja mendiskusikan tentang sebuah game terbaru; Jongin memberi Baekhyun sebuah box segitiga yang dibungkus rapi, orang yang diberi memeluk Jongin, tersenyum dan meloncat-loncat setelah membuka box tersebut, memegang sebuah eyeliner.

 “Leader, aku sedikit terpeleset ketika aku menampilkan martial art, mereka tak bisa menyadarinya kan?” ucap Tao khawatir.
“Mereka tak bisa menyadarinya, jangan khawatir.” Luhan memotong pembicaraan, tidak memedulikan gamenya. “Tadi ada begitu banyak orang, begitu rusuh, tidak ada seorangpun yang telah melihatmu”
“Aku sangat tinggi dan dapat dikenali oke.” Tao menunjuk hidungnya sendiri.
“Baik, kau yang paling tinggi” Yixing datang menepuk bahunya, kemudian menarik lenganku dan berbisik ke telingaku, “Aku baru saja melihat Boss dan dia tidak menyletingkan celananya dengan baik.”

Baekhyun melompat ke Chanyeol, Chanyeol meraihnya dari belakang, Jongin berjongkok dan menangkap Baekhyun di lututnya, berjalan berkeliling memegangi Baekhyun sedangkan orang yang dipegang protes berisik sekali. Chanyeol mengikuti mereka dan memukuli pantat Baekhyun dan tertawa dengan sangat senang.

Di bawah lampu backstage, wajah bermake-up semua orang sedikit memerah, sedikit berkeringat. Namun, aku dapat memberitahu bahwa semua orang sangat bahagia; mungkin hanya seperti yang kupikir, hari itu mereka juga berpikir, kami telah menjadi begitu populer. Aku berbalik untuk melihat panggung megah di bawah lampu, dihiasi dengan confetti emas melayang di langit dengan hujan rintik-rintik, aku membayangkan bahwa ini dapat dihitung sebagai akhir dari hidup.

“Ayo ambil foto bersama” saran Suho.
 “Ayo!” selalu Chanyeol lah orang yang akan menimpali pertama, ia menarik Baekhyun, Jongin dan Kyungsoo untuk berdiri di pinggir panggung, Luhan juga menyeret Sehun yang masih memainkan game untuk ikut serta, Tao berlari untuk memanggil Jongdae dan Xiumin. Aku perlahan berjalan menghampiri sembari menyandarkan lenganku di bahu Yixing.

Aku pikir itu adalah jalan yang takkan pernah berakhir, tapi aku menjadi sendirian dengan kurang hati-hati. Tempat di samping bahuku kosong, orang, orang-orang tersebut, yang telah berjalan bersama denganmu, kau tak akan pernah tahu kapan mereka akan pergi dari kehidupanmu.

Jangan pernah menyangkal, momen terbaik di dalam hidupmu yang sedang kau alami.
Kau hanya tidak tahu apa itu.

---- Tamat.

Original Fanfiction  written by 辛辛息息
Indonesian Translation of this chapter by  citrahf

 Do not reupload, do not repost, respect copyrights, and use proper credits if linking this post
Don't forget to leave some comments ^^

Senin, 26 November 2012

48 HOURS - CHAPTER 17


Kris POV

Aku tidak tidur hingga matahari terbit keesokan harinya. Aku benci insomnia seperti aku benci tidak jadi mabuk meskipun telah meneguk bergelas-gelas alkohol.
Aku melihat Yixing dari bawah kelopak mataku yang berat. Aku mengakui bahwa aku dilahirkan sebagai seorang yang pesimis, seperti bagaimana seorang Park Chanyeol yang dilahirkan sebagai seorang optimis.
Semenjak hanya ada dua orang tersisa di tim kita, sangat jelas bahwa kita tidak punya banyak kesempatan untuk menang. Aku masih mengingat bahwa ada satu peraturan yang misterius diantara sepuluh peraturannya, yang menyatakan bahwa dua orang terakhir yang selamat harus berada dalam tim yang sama. Ini berarti jika satu dari kita mati, satu orang lagi pasti akan terdorong ke jalan buntu. Kita bukan orang yang sangat cerdas, aku tersenyum, tapi dia lebih buruk; tidak ada jejak kekejaman dalam dirinya.
Ia membuka matanya dengan setengah mengantuk, ia menatapku  “Kapan kamu bangun ?”
“Barusan.” Kataku
“Apakah karena aku mendapat mimpi buruk ?” ia berpikir keras, kosong.
“Tidak” Kataku, “ Kita mungkin akan segera mati, jadi kita harus merayakannya dengan beberapa anggur.”
“Begitukah?” Dia tersenyum enteng sambil berdiri, “tapi biasanya aku makan yoghurt jika aku merayakan sesuatu.”
 Aku melihatnya aneh, menyeringai, “Jadilah orang dewasa”
Dia melihatku dan menendangku sekali.
Sore ini hujan mengalir; permainan akan selesai dalam waktu 12 jam. Aku tidak yakin jika aku akan dapat hidup untuk melihat hujan menetes lagi.

Minggu, 25 November 2012

48 HOURS - CHAPTER 16

 Aku berpikir, nasibku dan hubungannya dengan kasus ini, bersamaan dengan laki-laki berambut emas yang pendiam, telah berakhir. Berjalan di sepanjang koridor kantor, aku mengetuk dokumen file secara ringan di dinding samping; Ini sudah berakhir, tapi aku masih merasa bahwa ini belum berakhir.
Tapi, begitulah kehidupan.
Kadang-kadang, takdir antara semua orang benar-benar aneh. Sibuk dengan hal-hal lain dalam kesehariannya. Terkadang, aku masih berpikir tentang anak laki-laki yang hanya bisa kutemui beberapa kali di dalam perjalanan pulang dari pekerjaanku. Aku akan mengingat bagaimana cara dia menuangkan secangkir teh, terkadang, kehangatannya akan muncul dalam sekejap di dalam pikiran saya, dan potongan demi potongan memori akan menumpuk secara terus menerus, menekan di dalam otak. Aku juga akan mengingat bayangan tangannya pada saat menggigil selama masa persidangan.
Akupun menyadari bahwa ini tidaklah normal, dan berpikir bahwa itu akan menjadi sangat penting bagiku untuk menemukan secepatnya pasangan di Bar.
Sesampainya di rumah, aku mulai melihat video masa lalu kelompoknya dan semua informasi. Tentu saja, ia merupakan standar tipe seorang pemimpin; Ia berusaha melalui berbagai macam jenis halangan untuk menjelaskan dan nama grupnya serta lagu di dalam album, terkadang ia juga bisa mengomel layaknya seperti orang tua. Aku mengenali dengan jelas wajah Luhan dan Yixing untuk pertama kalinya. Mereka sering bersama-sama, baik satu dengan yang lainnya atau menyebabkan gangguan pada orang-orang di sekitarnya dan Kris akan akan selalu mengawasi mereka dalam keadaan frustasi dan kegembiraan.

Selasa, 20 November 2012

48 HOURS - CHAPTER 15



Persidangan sedang dalam tahap percobaan.

Dalam pandanganku, pengalaman ini di luar dari dugaanku yg sesungguhnya dimana Lan sudah memberitahuku banyak hal yang menarik sebelumnya.

“Aku berharap untuk menyerahkan hasil evaluasi tes kejiwaan dari terdakwa, Wu Yi Fan kepada hakim” Dia menyerahkan dokumen kepada salah satu staff.

“Pikirannya dalam keadaan stabil, dia bisa memberikan tanda bahwa dia dapat mempertanggung jawabkan kesaksiannya” diikuti ucapannya, dia menyerahkan dokumen yang lain.

“Evaluasi tes kejiwaan dan kesaksiannya, kedua-duanya sah” Hakim berbicara sedikit sesaat kemudian.

“Menurut keterangan saksi yang diberikan oleh pihak kepolisan, terdakwa tidak hanya menyembunyikan beberapa kebenaran kepada kami, dia juga menggelapkan kebenaran tanpa hak” Dia menggerakkan tubuhnya untuk meneruskan.

“Pada awalnya, vila tersebut tidak seperti tersembunyi dan tersegel seperti kesaksiannya.” Dia menunjuk kepada kaca jendela di atas atap dapur. “Menurut bab 3 baris ketujuh, tersangka menyatakan bahwa salah satu korban, Park Chanyeol, pernah mencoba sekali menggunakan panci untuk menghancurkan jendela tetapi tersangka menghentikannya dengan cepat karena dia takut akan ada beberapa hukuman setelah mencoba menghancurkannya. Namun, pada kenyataannya, kaca jendela tersebut sudah hancur.”

Aku terdiam saat melihat kaca jendela yang pecah sudah menyerupai jendela lagi.

“Hal ini menyebabkan bahwa sisa dari kesaksiannya terlihat tidak logis dan tidak sah. Karena pada kenyataannya atap jendela itu sudah hancur.” Lan berbalik untuk menatap para juri. “Mereka harusnya menyadari bahwa semua jendela di ruang dapur pada kenyataannya terbuat dari kaca biasa dan masuk akal bahwa mereka bisa selamat.”

“Kedua, menurut bab 7 baris kedua belas dari kesaksiannya, tersangka menyatakan bahwa pintu yang paling tinggi di ruang bawah tanah terkunci dan menghalangi pelarian mereka. Padahal, yang sesungguhnya adalah, kunci pada pintu tersebut terbuka, hanya saja selot pintunya terkunci.”

“Apakah ada sidik jari atau jejak dari mereka yang terlibat yang ditemukan di pintu?” Hakim bertanya.

Minggu, 04 November 2012

48 HOURS - CHAPTER 12



Baekhyun meringkuk di lantai kamar mandi. Sebuah tali plastik tipis putih melilit lehernya dengan erat, salah satu tangannya masih menggenggam ke tubuh Tao, yang berdiri di sampingnya, erat.
Baekhyun terbaring di lantai; napasnya berhenti.
Chanyeol berjongkok, menatap tali plastik putih itu, dan tampak seolah-olah ia mencoba untuk fokus pada pandangannya dan indera pendengarannya.
"Apa yang terjadi?" Jongin menatap Tao dingin. Tao, wajahnya pucat, menghindari tatapannya; Luhan bersandar ke dinding, terdiam.
"Luhan ..." Chanyeol mengambil tali plastik putih panjang itu, beralih menuju Luhan, "Apakah ini gulungan tali yang kau ambil dari brankas?"
Melirik Chanyeol, Luhan ingin membantu dia bangkit dari lantai, tetapi ia didorong menjauh, "Kenapa kau tidak membicarakan dengan kami sebelumnya?!!" Teriak Chanyeol, sesenggukan dalam tangis.
Tangan yang terdorong pergi berayun di udara, Luhan menurunkan matanya, dan menarik tangannya kembali.
"Apa ini?" Jongin berdiri, berjalan ragu menuju cermin . " Mandarin?" Dia menoleh ke belakang perlahan-lahan, melihat ke arah kami berempat.
"Kau hanya membunuh kami  yang member Korea dan bukan Cina ... Apakah ini rahasia antara kalian orang-orang Cina!?" Dia melotot ke arah kami dengan tatapan mengancam, mendorong sekuat tenaga ke  dada Tao. Tao tidak membalasnya.
"Kau salah paham." Aku menahan tangannya yang ia gunakan untuk mendorong Tao.
"Benar ... Bagaimana aku bisa lupa?! Kau, dan dia,”  Jongin menunjuk ke Yixing," Kalian berdua ada di sebelah ruangan ini, bagaimana mungkin kalian berdua tiba ke sini lebih telat daripada kami?! "
"Aku mengatakan kepadanya untuk tidak mendekat." Tao menajamkan matanya ke arah Jongin secara provokatif.
Detik berikutnya, ingatan yang ku punya hanyalah Jongin dan Tao bergulat satu sama lain dalam perkelahian.

Jongin yang meratap dan berteriak adalah pemandangan yang jarang, "Tanpa izinku, bagaimana bisa kau membunuh Baekhyun!"

48 HOURS - CHAPTER 11



Kris’ POV

Makan malam kami sangat sederhana; ini memang adalah cara melangsingkan diri dengan hasil yang sangat baik. Setelah makan sandwich dalam satu menit, aku meneguk  sebotol besar air.
"Aku seperti merasakan masakan Hunan." Yixing terjun kembali ke dalam khayalan megahnya.
"Tidak dapat memakan apa yang kau ingin makan sebelum kau mati, adalah salah satu hal yang paling menyedihkan dalam hidup," kataku , "Bahkan tahanan yang menghadapi hukuman mati bisa mendapatkan makanan yang enak sebelum mereka dieksekusi."
"Kalau saja aku tahu semua akan jadi begini, aku tidak akan menguruskan badanku dulu." Ucapnya datar.
"Kalau saja aku tahu," Aku mencolek lesung pipinya, "Kau tidak akan menjadi selebriti sekarang."
Dia menatapku, "Jika aku bisa mengulang waktu lagi, aku masih akan memilih untuk jadi seorang selebriti." Dia tersenyum padaku, "Sudah bertahun-tahun, dan bukankah kau mengenalku cukup baik?"
Berjalan kembali ke ruang tamu, tidak ada jiwa yang dapat ditemukan, Yixing dan aku melihat kubus Rubiks  di tangga dan brankas yang terbuka. Kami tidak tahu metode apa yang akan Luhan piilih untuk membunuh kami.
Kami tidak tahu di mana Baekhyun berada. Aku memeriksa gambaran Scorpio yang sangat indah itu, dan aku tidak pernah tahu sebenarnya ia punya kemampuan khusus seperti ini. Apa yang perlu kau ketahui adalah bahwa aku orang yang mengagumi orang dengan kemampuan estetika yang  tinggi; mereka harus cermat memperhatikan segala sesuatu di sekitar mereka; ketika kau sudah melupakan sesuatu, dan dia masih mampu mengingat.

Senin, 29 Oktober 2012

48 HOURS - CHAPTER 10




Frank’s POV

Kris tertidur di atas meja kantor, bahkan beberapa gelas tehpun tidak mampu menahan rasa kantuknya, untuk seseorang seperti dia yang tidak bisa tidur selama mungkin 3 hari, tidur merupakan hal yang menguntungkan untuknya saat ini.

Sepertinya percakapanku dengan dia sudah mengurangi tekanan yang dialaminya dan sebagai dokter aku sangat senang.

Saat aku berjalan keluar dari ruang kontrol dengan cangkir kosong, aku melihat Mike melambai ke arahku terus menerus. Aku berjalan dengan senyum dan meletakkan cangkir kosong di tangannya, "Apakah tidak nyaman untuk ditonton?"

"Kau begitu menakjubkan!" Matanya bersinar, "Kau perlu tahu bahwa aku belum berada di rumah selama lebih dari 24 jam dan pacarku berpikir aku akan kawin lari denganmu."

"Oh, apakah itu benar?? Aku berkedip padanya, "Sepertinya pacarmu lebih tahu bagaimana menghargai pesonaku."

"Simpan kalimatmu." Dia menjawab acuh tak acuh. "Tapi memang benar bahwa Tuan yang terselamatkan bisa terpikat dengan pesonamu."

"Tentu saja. Ini adalah kewajibanku untuk membuat anak yang sedang  marah kembali bahagia." Kataku dan sambil berjalan menuju kamar mandi, "Jangan lupa untuk membawa dua cangkir teh ini, ini bukan akhir yang sederhana."

Mike mengambil cangkir dengan malas, "Yah, aku seorang bartender. Lanjutkan saja menyemangati  anak kecil yang lucu dan emosional itu, kami akan bertanggung jawab untuk mengamatimu dari luar."


Saat aku baru keluar dari kamar mandi, aku melihat Kris yang masih tertidur, rambut emasnya yang acak-acakan berada di atas meja.

"Pada data jelas yang masuk ke fileku, Bisakah kau tidak mengungkapkan beberapa hal penting yang awalnya hanya diketahui oleh orang dalam." kataku disamping David, kepalanya yang botak dan licin terkadang membuatku untuk tidak bisa menjadi serius saat berbicara.

"Dengar, Frank. Kematian akan menjadi hal yang sangat menakutkan. Tanpa pelatihan yang baik, aku takut hatimu tidak bisa menerimanya." katanya.


Kamis, 25 Oktober 2012

48 HOURS - CHAPTER 9



Di depan mesin Dance Revolution, Sehun menyipitkan matanya dan berbalik, "Jangan menyerah padaku." Katanya.

Dengan kepala menghadap ke depan, Luhan mengatakan, "Itu mungkin bisa jadi alasan yang bagus. Jika kau menang, tolong nanti beritahu orang-orang bahwa aku menyerah padamu dan bukan karena aku bermain dengan buruk."

"Kau akan menghadapi kematian. Bisakah kau jangan bercanda seperti anak kecil?" Cemberut Sehun.
"Siapa bilang aku akan mati," Luhan mencoba pemanasan, "Meskipun aku hanya beberapa tahun lebih tua dari kau, bukan berarti aku tidak lincah memainkan ini."

"Kau adalah senior yang paling tidak tahu malu yang pernah kutemui." Sehun menggelengkan kepalanya.
"Dan kau, kau adalah si bungsu yang paling sombong yang pernah kutemui." Luhan tersenyum sambil memberikan komentar.

"Apakah kita bisa memulainya?" Luhan berpaling pada Sehun, "Sebaiknya kau melakukan yang terbaik karena belum pernah ada yang menang melawanku dalam permainan ini."