Tampilkan postingan dengan label Tao. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tao. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 November 2014

Love Tonight Chinese Lyrics

午夜的迷雾慢慢散去 十二点钟声将我唤醒
穿梭在那人群里 现在需要寻找些刺激
谁能抵抗鲜红的气息 擦身而过的人请小心
我已发出了邀请 谁准备让我偷走彷徨的心

这瞬间的交会 犯下致命的罪
闻到心跳动的滋味

就和我一起
在今夜 Oh Tonight 放肆的去爱
疯狂的 Oh Tonight 就舞动这节拍
woo 要痛快 woo 别等待
我和你 Tonight 要催眠般的爱

Yes, You're my secret lover

黑色的夜幕即将来临
你的心被遗忘在哪里
爱又在半信半疑
故事的结局我就咬(要)定你

爱有时像魔鬼 却美的很纯粹
寻找着下一个同类

咬一口爱的甜蜜 不露痕迹
就让你死心塌地 Secret lover

跟着我要的Swag 和我的Step 有你的Stage (You got it baby)
相信我一起来 把心门打开 不要关起来
你视线爱恋一点一点 如火般蔓延
要知道爱比想象更快 加入期待别让我等待

在今夜 Oh Tonight! 疯狂的 Oh Tonight!
就现在 Oh Tonight (My secret lover)
占据爱 Oh Tonight 就舞动这节拍
woo 要痛快 woo 别等待
Hey 释放你的爱 (Oh Baby 别再等待)

就现在 Oh Tonight (woo)
占据爱 Oh Tonight (Freak out, Freak out) 就舞动这节拍
woo 要痛快 woo 别等待
Hey 释放你的爱
要催眠般的爱

Rewind Chinese Lyrics

Stop Rewind Rewind
Stop Rewind Rewind Rewind Rewind
Stop, Rewind, Play

指针还在原地徘徊 困在时间迷宫的爱
那未来又和过去倒带 说了早安黑夜就来
谁带我穿越到过去 把现实都忘记
来挽回所有曾经 让我再拥抱你

纷乱的那回忆 叫人昏迷
(一起走过四季) 爱慢慢变清晰 Yeah
找回那些片段 你付出的爱 我愿去等待 Oh Yeah
每一幕让我不想离开 Oh

Now stop and rewind 那年的夏天
时间定格幸福的画面 和你微笑的脸
Stop and play it 任时间的超载 Oh Girl
多想你回心转意拥入我怀里
像梦般甜蜜 让爱继续 It's time to rewind

原来的你背对我哭泣 说分手你转身离去
而我的心也没有勇气 伸出手用力抓紧你
全世界剩冰冷空气 和我呐喊回音
不相信失去了你 心却还是如一

或许我曾错过 某些细节
(时间往前一点) 找变化的起点 Yeah
那些爱的碎片 我也想努力去拼凑完全 Oh Yeah
不让爱再选择离别

Now stop and rewind 那年的冬天
时间定格温暖的光线 有你在我身边
Stop and play it 任时间的超载 Oh Girl
多想你回心转意拥入我怀里
像梦般甜蜜 让爱继续 It's time to rewind

现在起时间的变奏曲 你的心 (会珍惜) 给的感动藏心底

我的时间又逆时针 go 痕迹不断出现在我左右
你把你的痕迹留在我身边 这让我沉浸在那回忆里无法逃脱
你笑容带着甜蜜很美丽 那时候的回忆是多么的想你 在脑海盘旋好清晰
时间如果可以倒带那赶快 go 穿越过去不要逃跑我们停留在这一刻

Now stop and rewind 时间已停摆
走到你我离别的悲哀 心还是被伤害
Stop and play it 不管过去未来 Oh Girl
仍期待流泪的你能回过头来
不要在掩埋 挽回这爱 It's time to rewind

Stop Rewind Rewind
Stop Rewind Rewind Rewind Rewind
Stop

Selasa, 08 Juli 2014

140708 Tao Weibo Update

我是中国人。山东青岛的黄子韬 。我是TAO 我为EXO代言。 EXO. 11人 3名中国人。我们中文讲的很好。虽然我们的公司不在中国, 可国籍不会变, 我们为全世界的粉丝而存在。 我们是EXO. [爱你]

Senin, 21 Januari 2013

48 HOURS - FINAL PARSE



Final Parse (Perpektif Pengarang)
Hampir 60.000 kata, 48 hours, setiap orang punya cerita Hamlet sendiri di dalam hati mereka, seperti apa milikmu?

Ya, semua yang telah kau baca itu benar, tak ada ilusi, tak ada malfungsi mental, tak ada ketidaksesuaian yang disengaja. Pesta kejutan itu benar, kedua orang yang dipaksa untuk bersembunyi juga benar, mengenai apakah mereka masih hidup, atau apakah trampolinnya telah sengaja ditempatkan di tempat yang salah, tanyakan pada almarhum Mr. Zheng.

Dalam sudut pandang sang dalang, ini adalah akhir yang sempurna, secara sukses menggunakan pesta untuk kabur dari hukum, keadlian, dan untuk membuat seseorang mengambil alih hukumannya, tambahan kepada fakta bahwa seluruh 12 member telah ditangkap.

Bidang tertinggi dari pembunuhan adalah membunuh dengan mempunyai kambing hitam atau membunuh yang hidup dengan orang mati; intinya, orang pertama yang mati tak akan mempunyai cara untuk mengekspos rahasia apapun.

Tepat pada awal menjatuhkan domino adalah pesta yang hangat dan manis, namun dengan perubahan tujuan yang tiba-tiba di pertengahan, dan tanpa pengungkitan antar member, hasil akhirnya mungkin tidak akan jadi sejauh ini.
Tapi tunggu, jangan lupa, hanya kau dan aku yang akan tahu informasi ini; di dalam cerita, Kris telah dibiarkan dalam kegelapan samma sekali; ia akan tetap seperti itu selama ia hidup, selalu berpikir bahwa itu semua hanya lelucon.

Selasa, 18 Desember 2012

[HQ SCAN] EXO 2013 CALENDARS

click picture to see the original size.
credits are captioned.

DESK CALENDARS

GLOBAL VERSION : IT'S SHOW TIME!





credit: Body n Soul
credit: Body n Soul

credit: http://weibo.com/clovergj

Selasa, 04 Desember 2012

48 HOURS - EPILOG



Kris POV:

Hari itu, kami ada di backstage setelah menyelesaikan konser kami di Tokyo. Yixing membungkuk kepada seluruh staff, tak peduli mereka saling kenal atau tidak; Chanyeol sedang tertawa dengan suaranya yang serak dan keras, mengambil confetti emas dari rambutnya ke rambutku, Luhan dan Sehun sudah mulai saja mendiskusikan tentang sebuah game terbaru; Jongin memberi Baekhyun sebuah box segitiga yang dibungkus rapi, orang yang diberi memeluk Jongin, tersenyum dan meloncat-loncat setelah membuka box tersebut, memegang sebuah eyeliner.

 “Leader, aku sedikit terpeleset ketika aku menampilkan martial art, mereka tak bisa menyadarinya kan?” ucap Tao khawatir.
“Mereka tak bisa menyadarinya, jangan khawatir.” Luhan memotong pembicaraan, tidak memedulikan gamenya. “Tadi ada begitu banyak orang, begitu rusuh, tidak ada seorangpun yang telah melihatmu”
“Aku sangat tinggi dan dapat dikenali oke.” Tao menunjuk hidungnya sendiri.
“Baik, kau yang paling tinggi” Yixing datang menepuk bahunya, kemudian menarik lenganku dan berbisik ke telingaku, “Aku baru saja melihat Boss dan dia tidak menyletingkan celananya dengan baik.”

Baekhyun melompat ke Chanyeol, Chanyeol meraihnya dari belakang, Jongin berjongkok dan menangkap Baekhyun di lututnya, berjalan berkeliling memegangi Baekhyun sedangkan orang yang dipegang protes berisik sekali. Chanyeol mengikuti mereka dan memukuli pantat Baekhyun dan tertawa dengan sangat senang.

Di bawah lampu backstage, wajah bermake-up semua orang sedikit memerah, sedikit berkeringat. Namun, aku dapat memberitahu bahwa semua orang sangat bahagia; mungkin hanya seperti yang kupikir, hari itu mereka juga berpikir, kami telah menjadi begitu populer. Aku berbalik untuk melihat panggung megah di bawah lampu, dihiasi dengan confetti emas melayang di langit dengan hujan rintik-rintik, aku membayangkan bahwa ini dapat dihitung sebagai akhir dari hidup.

“Ayo ambil foto bersama” saran Suho.
 “Ayo!” selalu Chanyeol lah orang yang akan menimpali pertama, ia menarik Baekhyun, Jongin dan Kyungsoo untuk berdiri di pinggir panggung, Luhan juga menyeret Sehun yang masih memainkan game untuk ikut serta, Tao berlari untuk memanggil Jongdae dan Xiumin. Aku perlahan berjalan menghampiri sembari menyandarkan lenganku di bahu Yixing.

Aku pikir itu adalah jalan yang takkan pernah berakhir, tapi aku menjadi sendirian dengan kurang hati-hati. Tempat di samping bahuku kosong, orang, orang-orang tersebut, yang telah berjalan bersama denganmu, kau tak akan pernah tahu kapan mereka akan pergi dari kehidupanmu.

Jangan pernah menyangkal, momen terbaik di dalam hidupmu yang sedang kau alami.
Kau hanya tidak tahu apa itu.

---- Tamat.

Original Fanfiction  written by 辛辛息息
Indonesian Translation of this chapter by  citrahf

 Do not reupload, do not repost, respect copyrights, and use proper credits if linking this post
Don't forget to leave some comments ^^

Senin, 26 November 2012

48 HOURS - CHAPTER 17


Kris POV

Aku tidak tidur hingga matahari terbit keesokan harinya. Aku benci insomnia seperti aku benci tidak jadi mabuk meskipun telah meneguk bergelas-gelas alkohol.
Aku melihat Yixing dari bawah kelopak mataku yang berat. Aku mengakui bahwa aku dilahirkan sebagai seorang yang pesimis, seperti bagaimana seorang Park Chanyeol yang dilahirkan sebagai seorang optimis.
Semenjak hanya ada dua orang tersisa di tim kita, sangat jelas bahwa kita tidak punya banyak kesempatan untuk menang. Aku masih mengingat bahwa ada satu peraturan yang misterius diantara sepuluh peraturannya, yang menyatakan bahwa dua orang terakhir yang selamat harus berada dalam tim yang sama. Ini berarti jika satu dari kita mati, satu orang lagi pasti akan terdorong ke jalan buntu. Kita bukan orang yang sangat cerdas, aku tersenyum, tapi dia lebih buruk; tidak ada jejak kekejaman dalam dirinya.
Ia membuka matanya dengan setengah mengantuk, ia menatapku  “Kapan kamu bangun ?”
“Barusan.” Kataku
“Apakah karena aku mendapat mimpi buruk ?” ia berpikir keras, kosong.
“Tidak” Kataku, “ Kita mungkin akan segera mati, jadi kita harus merayakannya dengan beberapa anggur.”
“Begitukah?” Dia tersenyum enteng sambil berdiri, “tapi biasanya aku makan yoghurt jika aku merayakan sesuatu.”
 Aku melihatnya aneh, menyeringai, “Jadilah orang dewasa”
Dia melihatku dan menendangku sekali.
Sore ini hujan mengalir; permainan akan selesai dalam waktu 12 jam. Aku tidak yakin jika aku akan dapat hidup untuk melihat hujan menetes lagi.

Minggu, 25 November 2012

48 HOURS - CHAPTER 16

 Aku berpikir, nasibku dan hubungannya dengan kasus ini, bersamaan dengan laki-laki berambut emas yang pendiam, telah berakhir. Berjalan di sepanjang koridor kantor, aku mengetuk dokumen file secara ringan di dinding samping; Ini sudah berakhir, tapi aku masih merasa bahwa ini belum berakhir.
Tapi, begitulah kehidupan.
Kadang-kadang, takdir antara semua orang benar-benar aneh. Sibuk dengan hal-hal lain dalam kesehariannya. Terkadang, aku masih berpikir tentang anak laki-laki yang hanya bisa kutemui beberapa kali di dalam perjalanan pulang dari pekerjaanku. Aku akan mengingat bagaimana cara dia menuangkan secangkir teh, terkadang, kehangatannya akan muncul dalam sekejap di dalam pikiran saya, dan potongan demi potongan memori akan menumpuk secara terus menerus, menekan di dalam otak. Aku juga akan mengingat bayangan tangannya pada saat menggigil selama masa persidangan.
Akupun menyadari bahwa ini tidaklah normal, dan berpikir bahwa itu akan menjadi sangat penting bagiku untuk menemukan secepatnya pasangan di Bar.
Sesampainya di rumah, aku mulai melihat video masa lalu kelompoknya dan semua informasi. Tentu saja, ia merupakan standar tipe seorang pemimpin; Ia berusaha melalui berbagai macam jenis halangan untuk menjelaskan dan nama grupnya serta lagu di dalam album, terkadang ia juga bisa mengomel layaknya seperti orang tua. Aku mengenali dengan jelas wajah Luhan dan Yixing untuk pertama kalinya. Mereka sering bersama-sama, baik satu dengan yang lainnya atau menyebabkan gangguan pada orang-orang di sekitarnya dan Kris akan akan selalu mengawasi mereka dalam keadaan frustasi dan kegembiraan.

Selasa, 20 November 2012

48 HOURS - CHAPTER 15



Persidangan sedang dalam tahap percobaan.

Dalam pandanganku, pengalaman ini di luar dari dugaanku yg sesungguhnya dimana Lan sudah memberitahuku banyak hal yang menarik sebelumnya.

“Aku berharap untuk menyerahkan hasil evaluasi tes kejiwaan dari terdakwa, Wu Yi Fan kepada hakim” Dia menyerahkan dokumen kepada salah satu staff.

“Pikirannya dalam keadaan stabil, dia bisa memberikan tanda bahwa dia dapat mempertanggung jawabkan kesaksiannya” diikuti ucapannya, dia menyerahkan dokumen yang lain.

“Evaluasi tes kejiwaan dan kesaksiannya, kedua-duanya sah” Hakim berbicara sedikit sesaat kemudian.

“Menurut keterangan saksi yang diberikan oleh pihak kepolisan, terdakwa tidak hanya menyembunyikan beberapa kebenaran kepada kami, dia juga menggelapkan kebenaran tanpa hak” Dia menggerakkan tubuhnya untuk meneruskan.

“Pada awalnya, vila tersebut tidak seperti tersembunyi dan tersegel seperti kesaksiannya.” Dia menunjuk kepada kaca jendela di atas atap dapur. “Menurut bab 3 baris ketujuh, tersangka menyatakan bahwa salah satu korban, Park Chanyeol, pernah mencoba sekali menggunakan panci untuk menghancurkan jendela tetapi tersangka menghentikannya dengan cepat karena dia takut akan ada beberapa hukuman setelah mencoba menghancurkannya. Namun, pada kenyataannya, kaca jendela tersebut sudah hancur.”

Aku terdiam saat melihat kaca jendela yang pecah sudah menyerupai jendela lagi.

“Hal ini menyebabkan bahwa sisa dari kesaksiannya terlihat tidak logis dan tidak sah. Karena pada kenyataannya atap jendela itu sudah hancur.” Lan berbalik untuk menatap para juri. “Mereka harusnya menyadari bahwa semua jendela di ruang dapur pada kenyataannya terbuat dari kaca biasa dan masuk akal bahwa mereka bisa selamat.”

“Kedua, menurut bab 7 baris kedua belas dari kesaksiannya, tersangka menyatakan bahwa pintu yang paling tinggi di ruang bawah tanah terkunci dan menghalangi pelarian mereka. Padahal, yang sesungguhnya adalah, kunci pada pintu tersebut terbuka, hanya saja selot pintunya terkunci.”

“Apakah ada sidik jari atau jejak dari mereka yang terlibat yang ditemukan di pintu?” Hakim bertanya.