Tampilkan postingan dengan label Suho. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suho. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Januari 2013

48 HOURS - FINAL PARSE



Final Parse (Perpektif Pengarang)
Hampir 60.000 kata, 48 hours, setiap orang punya cerita Hamlet sendiri di dalam hati mereka, seperti apa milikmu?

Ya, semua yang telah kau baca itu benar, tak ada ilusi, tak ada malfungsi mental, tak ada ketidaksesuaian yang disengaja. Pesta kejutan itu benar, kedua orang yang dipaksa untuk bersembunyi juga benar, mengenai apakah mereka masih hidup, atau apakah trampolinnya telah sengaja ditempatkan di tempat yang salah, tanyakan pada almarhum Mr. Zheng.

Dalam sudut pandang sang dalang, ini adalah akhir yang sempurna, secara sukses menggunakan pesta untuk kabur dari hukum, keadlian, dan untuk membuat seseorang mengambil alih hukumannya, tambahan kepada fakta bahwa seluruh 12 member telah ditangkap.

Bidang tertinggi dari pembunuhan adalah membunuh dengan mempunyai kambing hitam atau membunuh yang hidup dengan orang mati; intinya, orang pertama yang mati tak akan mempunyai cara untuk mengekspos rahasia apapun.

Tepat pada awal menjatuhkan domino adalah pesta yang hangat dan manis, namun dengan perubahan tujuan yang tiba-tiba di pertengahan, dan tanpa pengungkitan antar member, hasil akhirnya mungkin tidak akan jadi sejauh ini.
Tapi tunggu, jangan lupa, hanya kau dan aku yang akan tahu informasi ini; di dalam cerita, Kris telah dibiarkan dalam kegelapan samma sekali; ia akan tetap seperti itu selama ia hidup, selalu berpikir bahwa itu semua hanya lelucon.

Selasa, 18 Desember 2012

[HQ SCAN] EXO 2013 CALENDARS

click picture to see the original size.
credits are captioned.

DESK CALENDARS

GLOBAL VERSION : IT'S SHOW TIME!





credit: Body n Soul
credit: Body n Soul

credit: http://weibo.com/clovergj

Selasa, 04 Desember 2012

48 HOURS - EPILOG



Kris POV:

Hari itu, kami ada di backstage setelah menyelesaikan konser kami di Tokyo. Yixing membungkuk kepada seluruh staff, tak peduli mereka saling kenal atau tidak; Chanyeol sedang tertawa dengan suaranya yang serak dan keras, mengambil confetti emas dari rambutnya ke rambutku, Luhan dan Sehun sudah mulai saja mendiskusikan tentang sebuah game terbaru; Jongin memberi Baekhyun sebuah box segitiga yang dibungkus rapi, orang yang diberi memeluk Jongin, tersenyum dan meloncat-loncat setelah membuka box tersebut, memegang sebuah eyeliner.

 “Leader, aku sedikit terpeleset ketika aku menampilkan martial art, mereka tak bisa menyadarinya kan?” ucap Tao khawatir.
“Mereka tak bisa menyadarinya, jangan khawatir.” Luhan memotong pembicaraan, tidak memedulikan gamenya. “Tadi ada begitu banyak orang, begitu rusuh, tidak ada seorangpun yang telah melihatmu”
“Aku sangat tinggi dan dapat dikenali oke.” Tao menunjuk hidungnya sendiri.
“Baik, kau yang paling tinggi” Yixing datang menepuk bahunya, kemudian menarik lenganku dan berbisik ke telingaku, “Aku baru saja melihat Boss dan dia tidak menyletingkan celananya dengan baik.”

Baekhyun melompat ke Chanyeol, Chanyeol meraihnya dari belakang, Jongin berjongkok dan menangkap Baekhyun di lututnya, berjalan berkeliling memegangi Baekhyun sedangkan orang yang dipegang protes berisik sekali. Chanyeol mengikuti mereka dan memukuli pantat Baekhyun dan tertawa dengan sangat senang.

Di bawah lampu backstage, wajah bermake-up semua orang sedikit memerah, sedikit berkeringat. Namun, aku dapat memberitahu bahwa semua orang sangat bahagia; mungkin hanya seperti yang kupikir, hari itu mereka juga berpikir, kami telah menjadi begitu populer. Aku berbalik untuk melihat panggung megah di bawah lampu, dihiasi dengan confetti emas melayang di langit dengan hujan rintik-rintik, aku membayangkan bahwa ini dapat dihitung sebagai akhir dari hidup.

“Ayo ambil foto bersama” saran Suho.
 “Ayo!” selalu Chanyeol lah orang yang akan menimpali pertama, ia menarik Baekhyun, Jongin dan Kyungsoo untuk berdiri di pinggir panggung, Luhan juga menyeret Sehun yang masih memainkan game untuk ikut serta, Tao berlari untuk memanggil Jongdae dan Xiumin. Aku perlahan berjalan menghampiri sembari menyandarkan lenganku di bahu Yixing.

Aku pikir itu adalah jalan yang takkan pernah berakhir, tapi aku menjadi sendirian dengan kurang hati-hati. Tempat di samping bahuku kosong, orang, orang-orang tersebut, yang telah berjalan bersama denganmu, kau tak akan pernah tahu kapan mereka akan pergi dari kehidupanmu.

Jangan pernah menyangkal, momen terbaik di dalam hidupmu yang sedang kau alami.
Kau hanya tidak tahu apa itu.

---- Tamat.

Original Fanfiction  written by 辛辛息息
Indonesian Translation of this chapter by  citrahf

 Do not reupload, do not repost, respect copyrights, and use proper credits if linking this post
Don't forget to leave some comments ^^