Tampilkan postingan dengan label Suho. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suho. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 28 Maret 2015
Selasa, 26 Agustus 2014
Senin, 09 Juni 2014
Senin, 21 Januari 2013
48 HOURS - FINAL PARSE
Final Parse (Perpektif
Pengarang)
Hampir 60.000 kata, 48 hours,
setiap orang punya cerita Hamlet sendiri di dalam hati mereka, seperti apa
milikmu?
Ya, semua yang telah kau baca
itu benar, tak ada ilusi, tak ada malfungsi mental, tak ada ketidaksesuaian yang
disengaja. Pesta kejutan itu benar, kedua orang yang dipaksa untuk bersembunyi
juga benar, mengenai apakah mereka masih hidup, atau apakah trampolinnya telah
sengaja ditempatkan di tempat yang salah, tanyakan pada almarhum Mr. Zheng.
Dalam sudut pandang sang
dalang, ini adalah akhir yang sempurna, secara sukses menggunakan pesta untuk
kabur dari hukum, keadlian, dan untuk membuat seseorang mengambil alih
hukumannya, tambahan kepada fakta bahwa seluruh 12 member telah ditangkap.
Bidang tertinggi dari
pembunuhan adalah membunuh dengan mempunyai kambing hitam atau membunuh yang
hidup dengan orang mati; intinya, orang pertama yang mati tak akan mempunyai
cara untuk mengekspos rahasia apapun.
Tepat pada awal menjatuhkan
domino adalah pesta yang hangat dan manis, namun dengan perubahan tujuan yang
tiba-tiba di pertengahan, dan tanpa pengungkitan antar member, hasil akhirnya mungkin
tidak akan jadi sejauh ini.
Tapi tunggu, jangan lupa,
hanya kau dan aku yang akan tahu informasi ini; di dalam cerita, Kris telah
dibiarkan dalam kegelapan samma sekali; ia akan tetap seperti itu selama ia
hidup, selalu berpikir bahwa itu semua hanya lelucon.
Jumat, 21 Desember 2012
Selasa, 18 Desember 2012
[HQ SCAN] EXO 2013 CALENDARS
click picture to see the original size.
credits are captioned.
DESK CALENDARS
GLOBAL VERSION : IT'S SHOW TIME!

credits are captioned.
DESK CALENDARS
GLOBAL VERSION : IT'S SHOW TIME!

![]() |
| credit: Body n Soul |
![]() |
| credit: Body n Soul |
![]() |
| credit: http://weibo.com/clovergj |
Selasa, 04 Desember 2012
48 HOURS - EPILOG
Kris POV:
Hari itu,
kami ada di backstage setelah menyelesaikan konser kami di Tokyo. Yixing
membungkuk kepada seluruh staff, tak peduli mereka saling kenal atau tidak;
Chanyeol sedang tertawa dengan suaranya yang serak dan keras, mengambil
confetti emas dari rambutnya ke rambutku, Luhan dan Sehun sudah mulai saja
mendiskusikan tentang sebuah game terbaru; Jongin memberi Baekhyun sebuah box
segitiga yang dibungkus rapi, orang yang diberi memeluk Jongin, tersenyum dan
meloncat-loncat setelah membuka box tersebut, memegang sebuah eyeliner.
“Leader, aku sedikit terpeleset ketika aku
menampilkan martial art, mereka tak bisa menyadarinya kan?” ucap Tao khawatir.
“Mereka tak
bisa menyadarinya, jangan khawatir.” Luhan memotong pembicaraan, tidak
memedulikan gamenya. “Tadi ada begitu banyak orang, begitu rusuh, tidak ada
seorangpun yang telah melihatmu”
“Aku sangat
tinggi dan dapat dikenali oke.” Tao menunjuk hidungnya sendiri.
“Baik, kau
yang paling tinggi” Yixing datang menepuk bahunya, kemudian menarik lenganku
dan berbisik ke telingaku, “Aku baru saja melihat Boss dan dia tidak
menyletingkan celananya dengan baik.”
Baekhyun
melompat ke Chanyeol, Chanyeol meraihnya dari belakang, Jongin berjongkok dan menangkap
Baekhyun di lututnya, berjalan berkeliling memegangi Baekhyun sedangkan orang
yang dipegang protes berisik sekali. Chanyeol mengikuti mereka dan memukuli
pantat Baekhyun dan tertawa dengan sangat senang.
Di bawah
lampu backstage, wajah bermake-up semua orang sedikit memerah, sedikit
berkeringat. Namun, aku dapat memberitahu bahwa semua orang sangat bahagia;
mungkin hanya seperti yang kupikir, hari itu mereka juga berpikir, kami telah
menjadi begitu populer. Aku berbalik untuk melihat panggung megah di bawah
lampu, dihiasi dengan confetti emas melayang di langit dengan hujan rintik-rintik, aku membayangkan
bahwa ini dapat dihitung sebagai akhir dari hidup.
“Ayo ambil
foto bersama” saran Suho.
“Ayo!” selalu Chanyeol lah orang yang akan
menimpali pertama, ia menarik Baekhyun, Jongin dan Kyungsoo untuk berdiri di
pinggir panggung, Luhan juga menyeret Sehun yang masih memainkan game untuk
ikut serta, Tao berlari untuk memanggil Jongdae dan Xiumin. Aku perlahan berjalan
menghampiri sembari menyandarkan
lenganku di bahu Yixing.
Aku pikir itu
adalah jalan yang takkan pernah berakhir, tapi aku menjadi sendirian dengan
kurang hati-hati. Tempat di samping bahuku kosong, orang, orang-orang tersebut,
yang telah berjalan bersama denganmu, kau tak akan pernah tahu kapan mereka
akan pergi dari kehidupanmu.
Jangan pernah
menyangkal, momen terbaik di dalam hidupmu yang sedang kau alami.
Kau hanya
tidak tahu apa itu.
---- Tamat.
Do not reupload, do not repost, respect
copyrights, and use proper credits if linking this post
Don't forget to leave
some comments ^^
Langganan:
Postingan (Atom)













